Jambiku.com, JAKARTA — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memaparkan sejumlah program inovatif Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon di tingkat daerah.
Paparan tersebut disampaikan Maulana saat menghadiri Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi bertajuk “Akselerasi Transisi Energi” yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel The Westin, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam mempercepat implementasi kebijakan energi hijau, sekaligus mendorong penyelarasan kebijakan daerah guna menarik investasi hijau dan mendukung target penurunan emisi karbon secara nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Maulana hadir bersama Kepala Bappeda dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manap. Kehadiran rombongan Pemerintah Kota Jambi sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai inovasi daerah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menjalankan sejumlah program yang mendukung efisiensi energi, pengembangan transportasi ramah lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Salah satu program yang dipresentasikan adalah kolaborasi dengan World Wide Fund for Nature (WWF) dalam upaya penghematan energi di RSUD Haji Abdul Manap Kota Jambi.
Selain itu, Pemkot Jambi juga memaparkan transformasi transportasi publik berbasis listrik, termasuk data penurunan emisi karbon dan efisiensi pembiayaan yang dihasilkan dari penerapan program tersebut.
“Kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan program-program inovatif Pemerintah Kota Jambi dalam transisi energi. Yang pertama, program yang berkolaborasi dengan WWF untuk pengurangan energi di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manap, Kota Jambi,” ujar Maulana.
Ia melanjutkan, program lainnya yang turut dipaparkan adalah pemanfaatan lahan tidur untuk mendukung ketahanan pangan melalui penggunaan kompos dan pupuk yang bersumber dari pengolahan sampah organik.
Menurut Maulana, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan peningkatan produktivitas lahan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Jambi juga memperkenalkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menitikberatkan pada perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk tidak lagi membuang sampah secara sembarangan, melainkan mengumpulkan, memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
“Yang keempat adalah OPBM, yaitu pengelolaan sampah berbasis masyarakat, perubahan perilaku, di mana sebelumnya sampah dibuang secara bebas, kemudian dijemput dari rumah, dipilah organik dan anorganik, sehingga ekonomi sirkular berjalan dan sampah organiknya bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Maulana berharap berbagai inovasi yang telah dijalankan di Kota Jambi dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mempercepat penerapan kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam kesempatan tersebut, Kota Jambi memperoleh penghargaan atas progres terbaik dari WWF dalam program One Planet City Challenge (OPCC) periode 2019–2020.
“ mudah-mudahan program ini bisa terus dikembangkan dan direplikasi di tempat-tempat lain. Hari ini juga kami mendapatkan penghargaan progres terbaik dari WWF dalam program One Planet City Challenge 2019–2020,” ungkapnya.
Partisipasi Kota Jambi dalam forum tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transisi energi, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Eros)






