Jambiku.com, Jambi — Memasuki periode kemarau, Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi tantangan dalam menjaga kelancaran pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kondisi tersebut turut berdampak pada proses produksi, sehingga perusahaan perlu mengambil sejumlah langkah untuk mempertahankan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. (24/09/2026)
Berbagai strategi dan inovasi mulai disiapkan manajemen Perumdam Tirta Mayang sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas air bersih sekaligus meminimalkan dampak kondisi alam terhadap pelayanan pelanggan.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto Lapaso, S.T., mengatakan kondisi kemarau yang terjadi saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan. Menurutnya, pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kondisi kemarau yang terjadi pada saat ini merupakan tantangan yang harus kami hadapi, agar kedepan ini tidak lagi menjadi masalah kedepan, kami juga terus memantau perkembangan debit air dan tingkat kekeruhan di sungai batanghari sampai kepada puncaknya untuk menghitung langkah yang akan kami ambil dalam menyikapi problema ini,” tegasnya.
Arianto menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan berbagai inovasi dan strategi untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa mendatang.
“Lebih lanjut, kami juga akan terus melakukan inovasi dan beberapa strategi guna meminimalisir ketika hal ini terjadi lagi di kemudian hari, selain itu kami himbau kepada seluruh pelanggan agar tidak perlu khawatir komitmen kami akan tetap menjaga kelancaran dan kepuasan setiap pelanggan,” tutupnya.
Selain faktor cuaca, pengelolaan pelayanan air bersih juga menghadapi sejumlah tantangan lain, mulai dari kapasitas produksi, sistem distribusi, kualitas air baku hingga ketergantungan terhadap Sungai Batanghari sebagai salah satu sumber air baku utama.
Karena itu, langkah strategis perusahaan diarahkan pada peningkatan kapasitas pelayanan, optimalisasi proses produksi serta penguatan sistem pengelolaan air baku. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Perumdam Tirta Mayang dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan kepada pelanggan.
Manajemen Perumdam Tirta Mayang juga terus melakukan pemantauan terhadap debit dan tingkat kekeruhan Sungai Batanghari. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah operasional, terutama ketika kondisi air baku mengalami perubahan signifikan.
Di tengah tantangan kemarau, keberlanjutan pelayanan menjadi perhatian utama. Perumdam Tirta Mayang memastikan berbagai upaya akan terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih tetap dapat dipenuhi secara optimal.(Eros)




