Jambiku.com, JAMBI — Pagi , suasana di kawasan Pondok Pesantren As’ad, Kota Jambi, terasa berbeda. Ribuan warga datang bukan sekadar untuk berkumpul, membawa satu harapan yang sama: mengetuk pintu langit dan memohon turunnya rahmat Allah SWT melalui hujan.(24/09/2026)
Hamparan Lapangan Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi dipenuhi jamaah sejak pagi. Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, masyarakat dari berbagai penjuru berkumpul dalam rangkaian Istighotsah dan Sholat Istisqo berjamaah.
Dalam suasana penuh khidmat, doa-doa dipanjatkan. Kepala tertunduk, tangan menengadah, sementara lantunan istighfar menggema sebagai bentuk pengakuan dan kepasrahan manusia di hadapan Sang Pencipta.
Sholat Istisqo yang digelar tersebut dipimpin Tuan Guru H. Ahmad Ramzi Sulaiman sebagai imam. Sementara pesan-pesan keagamaan dalam khutbah disampaikan Dr. Muhammad Padli Abdullah, M.Pd.I.
Bagi masyarakat, pelaksanaan Sholat Istisqo bukan sekadar ritual keagamaan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk melakukan introspeksi, memperbanyak doa dan amal kebaikan, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Dari pemerintah hingga lembaga keagamaan, berbagai unsur turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan agenda keagamaan tersebut bersama unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.
Sedekah dan Istighfar, Ikhtiar Membuka Pintu Rahmat
Sebelum pelaksanaan Sholat Istisqo, masyarakat telah diajak mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.
Ketua BAZNAS Kota Jambi mendorong masyarakat untuk memperbanyak infak dan sedekah. Anjuran tersebut menjadi bagian dari ikhtiar umat dalam memperbanyak amal kebaikan serta memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Warga juga diajak menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan sosial. Perselisihan dianjurkan diselesaikan, kesalahan saling dimaafkan, sementara perbuatan yang bertentangan dengan nilai agama ditinggalkan.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat serta meningkatkan amal saleh. Bagi yang mampu, puasa sunnah beberapa hari sebelum pelaksanaan Sholat Istisqo juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan batin.
Pesan tersebut kemudian diwujudkan dalam suasana pelaksanaan yang tertib dan penuh kekhusyukan.
Dari Rumah, Jamaah Sudah Menyiapkan Diri
Sejak sebelum berangkat menuju lokasi, masyarakat telah mengikuti sejumlah imbauan teknis yang disampaikan para pemangku wilayah.
Camat Danau Teluk H. Alfin Jalil, SH., bersama Camat Pelayangan H. Gazali, SE., ME., turut menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing untuk menghadiri kegiatan tersebut dengan tertib.
Jamaah diminta berwudhu dari rumah, membawa sajadah masing-masing serta mengenakan pakaian muslim berwarna putih.
Imbauan sederhana tersebut membuat suasana pelaksanaan Sholat Istisqo berlangsung lebih tertib. Ribuan jamaah duduk dan berdiri dalam barisan yang teratur, menunggu dimulainya rangkaian ibadah.
Di tengah hamparan jamaah yang didominasi pakaian putih, suasana pagi itu seakan menjadi gambaran tentang satu harapan yang dipikul bersama.
Bukan hanya berharap langit kembali menurunkan air, tetapi juga berharap agar manusia memperbaiki diri dan kembali mendekat kepada Sang Pencipta.
Satu Doa dari Seberang Jambi
Pelaksanaan Sholat Istisqo di kawasan Pondok Pesantren As’ad akhirnya menjadi momentum spiritual yang mempertemukan ulama, pemerintah dan masyarakat dalam satu barisan.
Tidak ada sekat ketika ribuan warga berdiri dalam shaf yang sama. Semua datang membawa kebutuhan dan harapan yang sama—memohon pertolongan Allah SWT.
Dari kawasan Seberang Kota Jambi, doa itu kemudian dipanjatkan ke langit.
Semoga setiap istighfar menjadi jalan ampunan, setiap sedekah menjadi amal kebaikan, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan rahmat bagi masyarakat.
setelah doa dilantunkan dan tangan ditengadahkan, masyarakat hanya bisa menunggu jawaban dari langit.
bagi mereka, hujan bukan sekadar air yang jatuh membasahi bumi. Hujan adalah rahmat, sumber kehidupan, sekaligus harapan bagi banyak orang. (Eros)


