Wali kota Maulana dan anggota DPR RI Edi Purwanto Tinjau Kolam Retensi Paal Lima, Ditargetkan Rampung Akhir November

Jambiku.com, JAMBI – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Anggota DPR RI Edi Purwanto dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Provinsi Jambi meninjau langsung progres pembangunan Kolam Retensi Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Senin (26/10/2026).

 

Bacaan Lainnya

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sekaligus memastikan proyek strategis tersebut dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

 

Anggota DPR RI Edi Purwanto mengaku bersyukur melihat progres pembangunan kolam retensi yang dinilainya menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, meskipun pada awal pengerjaan terdapat pihak yang pesimistis terhadap penyelesaian proyek tersebut, upaya bersama yang dilakukan sejauh ini mulai memperlihatkan hasil.

 

“Yang menjadi catatan dari kerjaan ini, yang pertama, saya berbahagia dengan Pak Wali. Alhamdulillah, melihat progres daripada kolam retensi ini. Ya, mungkin para pihak pada saat pengerjaan banyak yang pesimis. Alhamdulillah, optimis kita insya Allah tercapai,” jelas Edi Purwanto.

 

Ia berharap pembangunan kolam retensi tersebut dapat diselesaikan 100 persen pada akhir November 2026. Setelah pembangunan rampung, kawasan itu diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang publik yang memiliki nilai ekonomi dan estetika.

 

“Dan mudah-mudahan nanti di akhir November, semua sudah 100 persen selesai. Nah, untuk tata kelola di sini nanti Pak Wali mengatakan mungkin punya desain, sehingga kolam retensi bukan hanya untuk pengendalian banjir, tapi juga di situ muncul nilai ekonomisnya, UMKM, kemudian estetikanya juga akan lebih indah, sehingga menampilkan wajah kota yang lebih indah, wajah kota yang optimis,” tambahnya.

 

Dorong Pengendalian Banjir Terintegrasi

 

Edi Purwanto menegaskan, pembangunan Kolam Retensi Paal Lima merupakan salah satu langkah penting dalam upaya mengatasi persoalan banjir di Kota Jambi. Namun, menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan satu proyek, melainkan harus didukung perencanaan menyeluruh dan pembangunan infrastruktur di sejumlah titik rawan genangan.

 

Ia mencontohkan sejumlah rencana pengembangan kawasan penampungan air yang telah disiapkan Pemerintah Kota Jambi, termasuk kawasan Kembar Lestari. Rencana tersebut nantinya perlu dikaji terlebih dahulu melalui studi kelayakan atau feasibility study (FS) agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.

 

“Untuk bisa menyelesaikan persoalan banjir, dan saya tadi sudah cerita kalau di gubernur itu kan ada Danau Sipin, di sini kantor wali kota ada kolam retensi air juga. Air itu simbolnya berarti kesuburan, sumber daripada kemuliaan, sumber daripada kebahagiaan. Mudah-mudahan dengan kolam retensi ini, pengendalian banjir bisa maksimum,” ungkapnya.

 

Edi berharap upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya konsep Jambi Flood Control, yakni penanganan banjir secara terintegrasi melalui pembangunan infrastruktur yang terencana dan berkelanjutan.

 

Ia menilai, apabila sistem pengendalian banjir dapat berjalan optimal hingga mengurangi dampak banjir sebesar 60 hingga 80 persen, pendekatan tersebut berpotensi menjadi model percontohan bagi daerah perkotaan lainnya di Indonesia.

 

“Kalau ini betul-betul bisa berhasil mengurangi 60–80 persen banjir, ini tentu akan menjadi pilot project pengendalian banjir nasional,” tegasnya.

 

Edi juga menyoroti pentingnya penyusunan desain induk atau master plan pengendalian banjir yang dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menangani persoalan banjir di berbagai wilayah perkotaan.

 

Menurutnya, kondisi ketika hujan turun selama dua hingga tiga jam sudah dapat memicu banjir di sejumlah kota. Karena itu, diperlukan perencanaan komprehensif yang didukung kajian teknis optimal agar penanganan banjir tidak dilakukan secara parsial.

 

Dalam peninjauan tersebut, Edi turut mencermati sejumlah bagian pekerjaan yang masih memerlukan perapian, termasuk persoalan sempadan sungai yang perlu dituntaskan.

 

Ia berharap Pemerintah Kota Jambi bersama pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi dan koordinasi, sehingga pihak balai dapat mempercepat tahapan penanganan lanjutan pembangunan kolam retensi.

 

Edi pun mengapresiasi langkah Wali Kota Jambi yang dinilainya aktif mendorong percepatan pembangunan tersebut.

 

“Saya bangga, bahagia, dan memang Pak Wali Kota luar biasa, kejar bolanya luar biasa. Mudah-mudahan teknologi Jambi Bahagia itu betul-betul bisa terwujud,” tutup Edi.

 

Maulana Siapkan Kawasan UMKM dan Ruang Publik

 

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Edi Purwanto atas dukungan serta perjuangannya dalam mendorong pembangunan Kolam Retensi Telago Kajang Lako.

 

Menurut Maulana, dukungan dari wakil rakyat di tingkat pusat menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan pembangunan tersebut terealisasi hingga mencapai tahap saat ini.

 

“Saya ingin atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Kota Jambi berterima kasih kepada Pak Edi Purwanto, Komisi V DPR RI yang mewakili masyarakat Jambi di Senayan,” ujar Maulana.

 

Ia menjelaskan, ketika pertama kali membicarakan rencana pembangunan tersebut bersama Edi Purwanto, proyek itu masih terasa seperti mimpi. Namun, berkat komunikasi, dukungan, dan perjuangan bersama, rencana pembangunan akhirnya dapat diwujudkan.

 

“Beliau men-support, mendorong terus sehingga program pembangunan kolam retensi Telago Kajang Lako ini bisa sampai setingkat ini. Satu hal yang awalnya ketika kami bertemu beliau, komunikasi seperti mimpi. Tapi alhamdulillah, dengan perjuangan beliau bersama-sama kita semua berjuang, kita bisa melakukan ini,” jelasnya.

 

Maulana menegaskan, fungsi utama kolam retensi tetap sebagai sarana pengendalian banjir. Akan tetapi, karena lokasinya berada di tengah kota dan tepat di belakang Kantor Wali Kota Jambi, kawasan tersebut juga harus memiliki manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

 

Menurutnya, kawasan itu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang representatif sekaligus destinasi aktivitas masyarakat dan tamu pemerintah yang berkunjung ke Kota Jambi.

 

“Ke depan, fungsi penanggulangan banjir iya, tapi juga harus punya nilai ekonomi. Kenapa? Karena ini bukan danau di tengah hutan, ini danau di tengah kota, di belakang kantor wali kota, yang setiap saat wali kota dapat kunjungan tamu dari mana-mana bisa diajak ke sini,” tegas Maulana.

 

Dua Kawasan UMKM Diprioritaskan bagi Warga Terdampak

 

Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan dua kawasan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Maulana mengatakan, warga yang terdampak dan masyarakat kurang mampu akan menjadi prioritas dalam pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan kolam retensi. Pemerintah juga membuka peluang pemberian dukungan permodalan agar masyarakat dapat menjalankan usaha dan memperoleh penghasilan.

 

Selain kawasan UMKM, pemerintah akan menata ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, berkumpul, serta menggelar berbagai kegiatan sosial dan hiburan.

 

Kawasan parkir juga akan disiapkan sebagai bagian dari penataan agar aktivitas pengunjung tidak mengganggu fungsi ruang publik lainnya.

 

“Dan ini tadi beliau sampaikan mudah-mudahan menjadi pilot project percontohan tingkat nasional. Bagaimana penanggulangan banjir yang bisa maksimal. Nah, ada dua kawasan yang akan menjadi pusat UMKM. Sudah kita siapkan. Prioritasnya tentu warga yang terdampak dulu. Yang kurang mampu kita bisa berikan permodalannya untuk bisa mendapatkan hasil usaha di sini,” ungkap Maulana.

 

Ia menambahkan, penataan kawasan perlu dilakukan sejak awal agar setiap fungsi ruang dapat berjalan sesuai peruntukannya. Pemerintah tidak ingin aktivitas perdagangan berkembang tanpa pengaturan hingga mengganggu fasilitas umum, seperti jalur jogging dan area pejalan kaki.

 

Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut mulai dilakukan agar pengembangan kolam retensi berjalan tertib dan terencana.

 

“Penataan ini terus akan dilakukan dari awal supaya tertib. Kalau di tengah-tengah sudah kadung, nanti tiba-tiba ada UMKM jualan di jogging track, kan gawat. Sekarang sudah mulai ada katanya, saya sudah minta untuk mengawasi. Terima kasih,” tutup Maulana.

 

Pembangunan Kolam Retensi Paal Lima atau Telago Kajang Lako diharapkan menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang Pemerintah Kota Jambi dalam mengurangi risiko banjir. Dengan mengintegrasikan fungsi pengendalian air, pengembangan UMKM, dan penyediaan ruang publik, kawasan tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat penataan wajah Kota Jambi.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *