Jambiku.com, JAMBI – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama wakil walikota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. serta beberapa kadis dan jajaran terkait melakukan peninjauan ke pintu air Danau Sipin sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir dan sampah yang kerap terbawa ke kawasan danau tersebut, Kamis (26/03/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyoroti sejumlah wilayah yang dinilai rentan terdampak banjir, di antaranya kawasan Sungai Asam, Perumahan Kedaton, hingga wilayah Widuri dan belakang CPM. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen wilayah di kawasan tersebut sebelumnya kerap mengalami banjir.
“Wilayah Sungai Asam itu sekitar 60 persen terdampak banjir, termasuk Perumahan Kedaton, Widuri hingga ke belakang CPM. Saat terjadi banjir, kami juga telah menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bantuan guna mengurangi beban masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah mengajukan pembangunan akses jalan sepanjang 2,8 kilometer yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi mobilitas keluar-masuk kawasan Danau Sipin.
Lebih lanjut, Wali Kota menyebutkan bahwa sebagian besar persoalan banjir telah berhasil diatasi. Namun demikian, masih terdapat tantangan utama terkait naiknya debit air Sungai Batanghari yang berdampak pada kawasan Danau Sipin.
“Sekitar 60 persen persoalan banjir sudah kita atasi. Namun, ketika air Sungai Batanghari naik, air juga ikut masuk karena belum adanya pintu air yang berfungsi sebagai pengendali,” jelasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kota Jambi berencana mengusulkan pembangunan pintu air sebagai solusi jangka panjang. Pintu air tersebut nantinya diharapkan dapat mengontrol aliran air, sehingga ketika debit air dari Sungai Batanghari meningkat, tidak langsung masuk ke kawasan Danau Sipin.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi persoalan banjir sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Sipin sebagai salah satu kawasan strategis di Kota Jambi. ( Eros )





