Mengurai Krisis Pelayanan di RSUD Mattaher: Harapan Baru di Era drg. Iwan Hendrawan

Jambiku.com, JAMBI – Mengurai  Suasana di RSUD Raden Mattaher perlahan berubah. Di tengah berbagai persoalan yang selama ini membayangi rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Jambi itu, hadir optimisme baru sejak tongkat kepemimpinan dipercayakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur, drg. Iwan Hendrawan.(10/05/2026)

Rumah sakit yang sempat diterpa sorotan soal lambannya pelayanan, persoalan manajemen hingga keterbatasan fasilitas, kini mulai bergerak melakukan pembenahan dari dalam. Tidak sekadar tambal sulam, namun perubahan menyeluruh yang menyentuh sistem pelayanan hingga kesejahteraan tenaga kesehatan.

Bacaan Lainnya

Memotong Rantai Birokrasi Pelayanan

Salah satu fokus utama manajemen saat ini adalah mempercepat alur pelayanan pasien. Wakil Direktur Pelayanan, dr. Anton, menegaskan tidak boleh lagi ada pasien yang tertahan terlalu lama hanya karena prosedur administratif yang berbelit.

Menurutnya, pasien dengan kondisi stabil harus segera mendapatkan kepastian ruang perawatan tanpa menunggu berjam-jam seperti yang kerap dikeluhkan masyarakat.

“Kami sedang memperketat penerapan SOP kepada seluruh Dokter Penanggung Jawab Pasien agar proses pelayanan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.

Tak hanya itu, manajemen juga tengah menata ulang sistem pemeriksaan laboratorium dari poliklinik agar hasil pemeriksaan bisa diterima lebih cepat dan efisien.

Langkah pembenahan lainnya datang dari gagasan drg. Iwan terkait layanan dokter spesialis. RSUD Mattaher berencana membuka layanan khusus bagi pasien umum yang ingin langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis melalui skema tarif kompetitif, setara dengan rumah sakit swasta besar. Strategi ini dinilai bukan hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menjadi upaya mendongkrak pendapatan rumah sakit.

“Prajurit Harus Sejahtera”

Di balik perbaikan sistem pelayanan, pembenahan internal pegawai menjadi perhatian serius. Sejumlah kepala ruangan dan tenaga medis mengaku mulai merasakan perubahan pola kepemimpinan yang lebih terbuka dan memahami kondisi lapangan.

Bagi mereka, keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak rumah sakit.

“Siapa pun pemimpinnya, yang penting pegawai merasa aman dan hak-haknya dipenuhi. Kalau kesejahteraan diperhatikan, pelayanan otomatis ikut membaik,” ungkap salah satu kepala ruangan.

Ia tak menampik beratnya persoalan yang diwarisi manajemen saat ini, mulai dari tingginya beban kerja hingga keterbatasan obat akibat persoalan utang yang membengkak. Namun, langkah efisiensi yang dilakukan dinilai mulai menunjukkan arah yang jelas.

Salah satu kebijakan yang diapresiasi adalah penerapan sistem retur obat ke instalasi farmasi untuk pasien yang telah pulang maupun meninggal dunia. Obat yang masih layak pakai dapat dikembalikan menjadi stok sehingga tidak menambah beban pengeluaran rumah sakit.

Sosok Lama dengan “Tangan Dingin”

Kembalinya drg. Iwan Hendrawan disebut banyak pegawai sebagai momentum penting bagi kebangkitan RSUD Mattaher. Sosoknya dinilai memahami kultur internal rumah sakit karena pernah memimpin sebagai Plt Direktur selama beberapa tahun sebelum bertugas di rumah sakit jiwa.

“Beliau sudah tahu persoalan yang harus dibenahi dan bagian mana yang perlu diprioritaskan,” ujar seorang perawat.

Di kalangan pegawai, drg. Iwan dikenal dekat dengan staf dan kerap menekankan pentingnya kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk kelancaran pembayaran jasa medis yang selama ini menjadi perhatian utama.

Optimisme serupa juga dirasakan tenaga kesehatan di Poli Eksekutif Rawat Jalan Graha Utama Mascjchun Sofwan. Mereka berharap perubahan manajemen kali ini benar-benar membawa dampak nyata, terutama dalam peningkatan pelayanan sekaligus kepastian hak pegawai.

Menata Ulang Kepercayaan Publik

Dengan kombinasi pembenahan pelayanan, efisiensi anggaran, dan penguatan internal pegawai, manajemen baru RSUD Mattaher kini tengah berpacu memulihkan kepercayaan masyarakat.

Soliditas antara jajaran direksi menjadi modal penting dalam proses perubahan tersebut. Di bawah kepemimpinan drg. Iwan bersama tim manajemen baru, RSUD Mattaher tidak hanya dituntut menjadi rumah sakit rujukan terbesar, tetapi juga institusi pelayanan publik yang lebih manusiawi, cepat, dan profesional.

Di tengah berbagai tantangan yang masih membelit, satu harapan mulai tumbuh di jantung pelayanan kesehatan Jambi: bahwa rumah sakit ini perlahan sedang berbenah untuk kembali menjadi kebanggaan masyarakat.(Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *