Jambiku.com, JAMBI – Ratusan warga dari Desa Aur Kenali, Mendalo Darat, dan Penyengat Rendah bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang tergabung dalam Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Sinar Anugerah Sukses (SAS)/RMKE, Kamis (20/8/2026).
Aksi tersebut menjadi bentuk protes keras masyarakat terhadap aktivitas PT SAS/RMKE yang dinilai tidak mengindahkan kesepakatan antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk arahan yang sebelumnya disampaikan Gubernur Jambi.
Dengan membawa berbagai tuntutan, massa memadati akses masuk perusahaan. Mereka meminta pihak PT SAS memberikan penjelasan secara terbuka terkait persoalan yang menjadi dasar keberatan masyarakat.
Situasi semakin memanas setelah beredar informasi bahwa pihak perusahaan tidak bersedia menemui massa untuk berdialog secara langsung. Kondisi tersebut justru membuat semangat warga untuk memperjuangkan tuntutannya semakin menguat.
Salah seorang peserta aksi, Erfen, menegaskan masyarakat tidak akan menghentikan perjuangan sebelum mendapatkan kepastian dan penjelasan dari pihak perusahaan maupun pihak terkait.
“Masyarakat tidak akan mundur. Kami akan terus menunggu, satu, dua, bahkan sampai tiga hari jika diperlukan di depan PT SAS sampai ada penjelasan dan titik terang dari pihak terkait,” tegas Erfen.
Di tengah aksi, Kepala Bagian Operasi Polres Muaro Jambi AKP Osli Grigorius Sitompul, S.E., turut memberikan penjelasan kepada massa.
Ia mengatakan pihak kepolisian telah berupaya melakukan komunikasi dengan manajemen PT SAS. Namun, hingga saat itu belum diperoleh jawaban yang diharapkan masyarakat.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan PT SAS, namun belum mendapatkan jawaban. Kami akan menggali lagi jawaban dari pihak perusahaan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian massa yang sejak awal meminta adanya komunikasi langsung dengan pihak perusahaan. Warga berharap persoalan yang telah berlarut-larut tersebut tidak berhenti pada komunikasi antarlembaga, tetapi dapat menghasilkan kejelasan dan solusi konkret.
Isu mengenai dugaan keengganan pihak PT SAS menemui masyarakat pun semakin memperkuat tekad massa untuk bertahan. Bagi warga, sikap tersebut justru menjadi pemicu untuk terus menyuarakan tuntutan mereka hingga mendapatkan respons dan kepastian.
Hingga aksi berlangsung, massa masih bertahan di sekitar gerbang perusahaan sembari menunggu adanya langkah dan penjelasan lebih lanjut dari pihak PT SAS maupun pemerintah.(Eros)





