Jambiku.com, JAMBI – Meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari memaksa Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengambil langkah darurat demi menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat. Pada Minggu (12/7/2026), perusahaan daerah tersebut mengumumkan pengurangan debit distribusi air sebesar 20 persen di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.
Kebijakan itu diambil setelah tingkat kekeruhan air Sungai Batanghari melonjak hingga mencapai 1.500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit), jauh di atas kondisi normal yang dapat memengaruhi proses pengolahan air bersih.
Akibat pengurangan debit tersebut, sejumlah wilayah di Kota Jambi diperkirakan akan mengalami tekanan air yang melemah, berkurangnya durasi pengaliran, hingga potensi penghentian aliran sementara, terutama bagi pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Paal Merah, yakni Kelurahan Bakung Jaya dan Talang Bakung. Di Kecamatan Jambi Selatan meliputi Kelurahan Wijaya Pura, The Hok, dan Pasir Putih.
Sementara itu, di Kecamatan Kotabaru dampak dirasakan oleh warga Kelurahan Simpang III Sipin dan Sukakarya. Sedangkan di Kecamatan Jelutung meliputi Kelurahan Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, dan Cempaka Putih.
Gangguan distribusi juga berpotensi terjadi di Kelurahan Belung, Kecamatan Alam Barajo, serta Kelurahan Solok Sipin, Sungai Putri, Legok, dan Selamat di Kecamatan Danau Sipin. Selain itu, pelanggan di Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, juga masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Perumdam Tirta Mayang menjelaskan bahwa langkah pengurangan debit merupakan upaya untuk memastikan kualitas air hasil produksi tetap memenuhi standar sehingga aman digunakan oleh masyarakat.
Pelanggan diimbau segera menampung air sebagai persediaan untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya jam pelayanan maupun penghentian aliran sementara selama proses penanganan berlangsung.
Apabila penghentian distribusi air berlangsung lebih dari 1×24 jam, Perumdam Tirta Mayang akan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Masyarakat dapat menghubungi layanan mobil tangki melalui nomor 0821-2121-9894.
Sementara itu, untuk menyampaikan pengaduan maupun memperoleh informasi terbaru terkait kondisi pelayanan, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan Perumdam Tirta Mayang di nomor 0821-2121-9692.
Perumdam Tirta Mayang berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut mengingat tingginya kekeruhan air Sungai Batanghari merupakan faktor alam yang memengaruhi proses produksi air bersih. Perusahaan juga memastikan akan terus memantau perkembangan kualitas air baku dan berupaya menormalkan distribusi secepat mungkin setelah kondisi sungai kembali membaik. ( Eros )





