Jambiku.com, JAMBI – Suasana berbeda terasa di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu (19/8/2026) pagi. Kepulangan Nindya Eltsani Fawwaz Siswi, siswi SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh sekaligus Purna Paskibraka Nasional 2025, disambut langsung Pemerintah Provinsi Jambi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., hadir bersama orang tua Nindya untuk menyambut kepulangan putri terbaik Jambi tersebut setelah menuntaskan tugas kenegaraan di tingkat nasional.
Bagi Nindya, kepulangan itu bukan sekadar perjalanan kembali ke daerah asal. Ia pulang membawa cerita tentang sebuah kepercayaan besar yang berhasil ditunaikan—menjadi pembawa baki dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi panggung bagi putri Jambi untuk menunjukkan bahwa anak daerah mampu berdiri sejajar dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam agenda kenegaraan.
“Kami berbangga hati dan berterima kasih kepada ananda Nindya yang sudah membawa nama baik keluarga, tentunya, dan juga nama baik Pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat Jambi,” ujar Sudirman.
Menurutnya, tugas sebagai pembawa baki bukan perkara sederhana. Di balik beberapa langkah yang terlihat singkat dalam prosesi upacara, terdapat proses panjang yang menuntut kedisiplinan, ketelitian, ketahanan fisik, kesiapan mental dan rasa tanggung jawab.
Nindya dipercaya mewakili Purna Paskibraka untuk membawa baki dalam prosesi penerimaan Bendera Merah Putih. Kepercayaan itu dinilai menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan serta rekam jejaknya selama mengikuti pembinaan Paskibraka.
“Ananda Nindya sudah berhasil selaku Purna, mewakili Purna Paskibraka angkatan yang dipercayakan membawa baki untuk menerima Bendera Merah Putih. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga menyampaikan penghargaan kepada kedua orang tua Nindya. Menurutnya, pencapaian seorang anak tidak lahir dalam satu malam. Ada doa, pendampingan, pendidikan, motivasi dan pengorbanan keluarga yang turut menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi.
“Terima kasih kepada orang tua yang sudah mendampingi dengan sangat luar biasa, sehingga ananda Nindya dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ungkapnya.
Sudirman berharap pengalaman Nindya tidak berhenti sebagai catatan prestasi pribadi. Nilai-nilai yang diperolehnya selama menjalani pendidikan dan pembinaan Paskibraka diharapkan mampu ditularkan kepada generasi berikutnya.
Ia meminta Nindya menjadi teladan bagi adik-adiknya di sekolah, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, nasionalisme dan keberanian untuk mengejar prestasi.
“Kami berharap agar ananda Nindya juga bisa memberikan contoh-contoh yang baik kepada adik-adiknya nanti di sekolah, sehingga bisa menularkan generasi-generasi Paskibraka yang terus berkiprah dalam skala nasional,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., menegaskan bahwa Paskibraka tidak sekadar berbicara tentang baris-berbaris maupun menjalankan prosesi upacara.
Lebih jauh, Paskibraka merupakan proses pembentukan karakter generasi muda. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, nasionalisme, tanggung jawab, kepemimpinan dan keteladanan yang diharapkan terus melekat setelah tugas kenegaraan berakhir.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi mendorong para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil kesempatan untuk berprestasi di tingkat nasional.
“Prestasi yang diraih oleh putra-putri Jambi di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” jelas Ariansyah.
Kebanggaan Jambi juga belum berhenti pada kepulangan Nindya. Pemerintah Provinsi Jambi dijadwalkan kembali menyambut salah satu putra terbaik daerah, Fahri, pada Sabtu mendatang.
Fahri diketahui pernah dipercaya mengemban tugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
“Insya Allah kita juga akan menyambut pada hari Sabtu kedatangan ananda Fahri. Alhamdulillah, masuk dalam kategori putra terbaik Jambi yang membawa bendera, mengibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara pada saat tanggal 17 Agustus yang lalu,” jelas Ariansyah.
Menurut Ariansyah, pencapaian Nindya dan Fahri menjadi gambaran bahwa generasi muda Jambi memiliki kemampuan untuk menembus panggung nasional dan memperoleh kepercayaan dalam agenda kenegaraan.
Ia berharap keberhasilan keduanya tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi mampu memantik semangat pelajar lainnya untuk mengikuti jejak tersebut.
“Ini juga bagian dari kebanggaan kita, masyarakat Jambi. Ini kiranya bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita, anak-anak SMA, SMK, Madrasah Aliyah, hendaknya bisa mencontoh agar bisa memberikan yang terbaik juga.
Baik itu bagi dirinya, sekolah, orang tua, maupun bagi masyarakat Provinsi Jambi,” tegas Ariansyah.
Kepulangan Nindya akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni penyambutan.
Ia membawa pulang sebuah pesan bahwa dari ruang-ruang sekolah di pelosok Jambi, lahir anak-anak muda yang mampu berdiri di panggung nasional, membawa Merah Putih, sekaligus mengangkat nama daerahnya di hadapan Indonesia.
(*)





