Lelang Aset Pemkot Jambi Hasilkan Rp1,627 Miliar, Ratusan Kendaraan Menanti Giliran 

Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi berhasil meraup penerimaan sebesar Rp1,627 miliar dari hasil pelelangan kendaraan dinas pada Senin lalu, Meski menghasilkan pendapatan miliaran rupiah, pelaksanaan lelang tersebut belum mampu menjual seluruh kendaraan yang ditawarkan.(23/10/2026)

 

Bacaan Lainnya

Dari 24 lot yang disiapkan dalam proses pelelangan, sebanyak 19 lot berhasil terjual. Sementara itu, empat lot tidak mendapatkan peminat dan satu lot lainnya tidak melanjutkan proses penawaran.

 

Kepala Bidang Barang Milik Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Lucky Harianto, mengungkapkan bahwa kegiatan lelang tersebut diikuti oleh 101 peserta.

 

Menurut Lucky, hasil pelelangan kendaraan dinas milik pemerintah daerah itu akan disetorkan ke kas daerah sebagai salah satu sumber penerimaan daerah.

 

Ia menjelaskan, Pemkot Jambi sebelumnya menargetkan seluruh lot yang ditawarkan dapat terjual sesuai nilai limit yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp1,634 miliar. Namun, hasil akhir pelelangan masih sedikit di bawah target tersebut.

 

“Target kita sebenarnya seluruh lot terjual dengan nilai limit Rp1,634 miliar. Namun, masih ada beberapa lot yang tidak terjual,” ujar Lucky.

 

Dari total 24 lot yang dilelang, sebanyak 20 lot sempat diikuti peserta. Namun, satu lot tidak melanjutkan proses penawaran sehingga jumlah lot yang berhasil terjual tercatat sebanyak 19 lot.

 

Adapun empat lot yang tidak mendapatkan peminat adalah Lot 4, Lot 7, Lot 9, dan Lot 10. Masing-masing lot tersebut terdiri atas dua unit mobil. Sementara itu, Lot 16 tidak melanjutkan proses penawaran.

 

Di antara kendaraan yang ditawarkan, sepeda motor Yamaha RX King turut menarik perhatian peserta. Motor yang dikenal sebagai salah satu kendaraan legendaris di kalangan pencinta otomotif itu dilelang melalui Lot 17, Lot 18, dan Lot 20.

 

Persaingan penawaran terlihat pada Lot 17. Harga yang semula berada di kisaran Rp19 juta meningkat hingga sekitar Rp21 juta selama proses lelang berlangsung.

 

Tingginya penawaran terhadap kendaraan tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik aset yang dilelang tidak semata-mata ditentukan oleh fungsi dan nilai ekonomisnya. Faktor karakteristik kendaraan serta minat kolektor juga dapat memengaruhi persaingan harga.

 

Kondisi ini menjadi salah satu gambaran bahwa pelelangan barang milik daerah berpotensi menarik beragam kalangan, mulai dari masyarakat yang membutuhkan kendaraan hingga pencinta otomotif yang memburu model tertentu.

 

Sekitar 200 Kendaraan Masih Menunggu Penilaian

Meski pelaksanaan lelang kali ini telah menghasilkan penerimaan miliaran rupiah, pekerjaan Pemkot Jambi dalam menata aset kendaraan dinas belum selesai.

 

Lucky mengungkapkan, masih terdapat sekitar 200 kendaraan milik Pemkot Jambi yang belum menyelesaikan proses penilaian. Tahapan tersebut menjadi salah satu persyaratan penting sebelum kendaraan dapat ditawarkan kepada peserta lelang.

 

Kendaraan yang belum berhasil terjual pada pelaksanaan sebelumnya juga tidak akan langsung dikeluarkan dari daftar aset yang akan dilelang. Pemkot Jambi berencana mengikutsertakan kendaraan tersebut dalam pelelangan berikutnya bersama unit-unit lain yang saat ini masih dipersiapkan.

 

“Yang belum terjual akan kita lelang ulang bersama kendaraan lain yang masih dalam proses persiapan. Tahun ini juga kita upayakan bisa dilelang kalau waktunya memungkinkan,” jelasnya.

 

Sementara itu, kendaraan yang tersisa dari pelaksanaan lelang sebelumnya terdiri atas delapan unit mobil, dua sepeda motor, dan dua kendaraan roda tiga.

 

Dengan demikian, masih terdapat sejumlah kendaraan yang berpotensi masuk dalam tahapan pelelangan selanjutnya. Namun, realisasinya tetap bergantung pada penyelesaian proses penilaian, kelengkapan administrasi, serta kesiapan masing-masing kendaraan untuk ditawarkan kepada calon peserta.

 

Pelelangan kendaraan dinas merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan barang milik daerah, khususnya kendaraan yang sudah tidak digunakan atau tidak lagi dibutuhkan untuk mendukung operasional pemerintahan.

 

Melalui mekanisme lelang, aset yang sebelumnya tidak produktif diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi dan menghasilkan penerimaan bagi kas daerah.

 

Namun, dengan masih adanya sekitar 200 kendaraan yang menunggu proses penilaian, penyelesaian tahapan administrasi menjadi pekerjaan penting agar potensi aset tersebut dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Selain memastikan proses pelelangan berjalan transparan dan akuntabel, Pemkot Jambi juga perlu menjaga agar setiap tahapan berlangsung efektif sehingga aset yang memenuhi persyaratan tidak terlalu lama tertahan dalam proses persiapan.

 

Keberhasilan menjual 19 lot dengan nilai Rp1,627 miliar menjadi salah satu capaian dalam upaya optimalisasi aset daerah. Ke depan, pelelangan lanjutan diharapkan mampu memperluas pemanfaatan aset yang tersisa sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap penerimaan daerah.

 

Dengan pengelolaan yang tertib, transparan, dan terukur, pelelangan kendaraan dinas diharapkan tidak hanya menjadi sarana melepas aset yang tidak lagi produktif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi memperkuat tata kelola keuangan dan barang milik daerah.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *