Jambiku.com, JAMBI – Di balik keterbatasan ekonomi, selalu ada harapan untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan. Bagi masyarakat yang tengah berjuang membangun usaha dari nol, bantuan modal bukan sekadar dukungan finansial, melainkan juga menjadi pintu awal untuk merintis kemandirian dan menata masa depan yang lebih baik.
Semangat inilah yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi Tahun 2026. Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kapasitas Ekonomi Mustahik yang berlangsung di Jambi pada 29–30 Oktober 2026, BAZNAS Kota Jambi berupaya memperkuat kesiapan para penerima bantuan agar mampu memanfaatkan dukungan yang diberikan untuk membangun usaha produktif.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Jambi, Suparman, S.Pd., bersama Wakil Ketua IV, H. Abdul Rahim, S.P., C.PS. Keduanya terlibat dalam kegiatan pembinaan yang ditujukan kepada para mustahik penerima bantuan modal usaha, terutama mereka yang akan memulai perjalanan sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
FGD ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara pengelola program dan penerima manfaat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari perjuangan. Dengan kemauan, pendampingan, dan pengelolaan usaha yang baik, peluang untuk meningkatkan taraf hidup tetap terbuka.
Dalam forum tersebut, wakil ketua IV BAZNAS Kota JambiA. Rahim memotivasi peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Bantuan modal usaha diharapkan dapat dikelola secara bijak, digunakan sesuai kebutuhan usaha, serta dikembangkan secara bertahap agar mampu menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan “, tegas Rahim
Bagi mustahik yang baru merintis usaha, persoalan modal kerap menjadi salah satu hambatan utama. Keinginan untuk berusaha sering kali harus berhadapan dengan keterbatasan dana, minimnya sarana produksi, serta ketidakpastian dalam memulai langkah pertama.
Karena itu A,rahim menambahkan ” pemberian bantuan modal usaha perlu diiringi dengan penguatan kapasitas dan pemahaman mengenai pentingnya mengelola usaha secara bertanggung jawab. Melalui kegiatan FGD ini, BAZNAS Kota Jambi mendorong para penerima manfaat agar tidak hanya berorientasi pada bantuan yang diterima, tetapi juga memiliki tekad untuk membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang.”, tutup A.Rahim
Semangat berwirausaha, kedisiplinan dalam mengelola modal, serta kemampuan melihat peluang pasar menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kemandirian ekonomi.
Harapannya, usaha yang dirintis para mustahik dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Kesempatan yang sama wakil ketua II baznas kota Jambi Suparman, S.Pd menambahkan ” program pemberdayaan ekonomi ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri para penerima manfaat agar berani mengambil langkah produktif dan tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha “, tambah Suparman
Kebahagiaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Salah seorang peserta FGD, Osmaria, menyampaikan rasa senang dan harapannya agar program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS Kota Jambi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima bantuan.
Bagi Osmaria, kegiatan ini diharapkan menjadi berkah sekaligus membawa kebaikan bagi mereka yang tengah berjuang membangun usaha.
“Kami sangat senang. Semoga kegiatan ini menjadi berkah buat yang menerima, dan semoga sehat selalu para pimpinan BAZNAS untuk membantu umat,” ungkap Osmaria.
Ungkapan tersebut mencerminkan harapan penerima manfaat agar program bantuan dan pembinaan yang diberikan dapat terus berlanjut serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kondisi perekonomian mereka.
Dukungan terhadap para mustahik menjadi penting karena keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu mendorong perubahan positif dalam kehidupan penerimanya.
Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Tahun 2026, BAZNAS Kota Jambi diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Dana zakat tidak hanya berfungsi membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga berpotensi menjadi modal untuk mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif.
Pendekatan melalui bantuan modal yang disertai pembinaan menjadi langkah penting agar para penerima manfaat memiliki bekal yang lebih baik dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan sesaat, melainkan berkembang menjadi peluang untuk membangun sumber penghasilan yang lebih stabil.(Eros)






