Jambiku.com, JAMBI – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jambi menyalurkan sejumlah bantuan dan program pemberdayaan bagi Pondok Pesantren Al Jauharen di kawasan Tanjung Johor, Kota Jambi.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan pesantren, kesejahteraan santri, serta penguatan kemandirian ekonomi di lingkungan pendidikan Islam.
Sejumlah bantuan strategis disalurkan dalam kegiatan tersebut, meliputi distribusi masker untuk mendukung kesehatan lingkungan pesantren, program Santripreneur melalui pendirian ZMart senilai Rp20 juta, bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta bagi 10 santri berprestasi, serta bantuan program Pesantren Nyaman Belajar 2026 dari Baznas RI senilai Rp25 juta.
Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan santri, tetapi juga mendorong pesantren agar mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Ketua Baznas Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli Abdullah, menegaskan bahwa pemberdayaan santri melalui zakat produktif merupakan salah satu upaya membangun generasi yang memiliki kekuatan spiritual sekaligus kemandirian finansial.
“Melalui program Santripreneur ZMart ini, kita ingin menanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Santri masa depan harus mampu berdikari dan menjadi penggerak ekonomi umat. Sementara itu, bantuan ‘Pesantren Nyaman Belajar’ dari Baznas pusat diharapkan mampu mengakselerasi perbaikan fasilitas fisik agar para santri dapat menimba ilmu dengan lebih fokus dan nyaman,” ujar Dr. Padli.
Menurutnya, pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren menjadi langkah penting untuk membekali santri dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan terhadap penguatan pendidikan pesantren juga ditegaskan Ketua PCNU Kota Jambi, Renald Helson, S.E. Ia menyebut kolaborasi antara Baznas dan NU merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan pendidikan Islam dan pembentukan generasi santri yang berkualitas.
“Kolaborasi bersama Baznas ini adalah bentuk hadharah (peradaban) yang nyata. PCNU akan terus menjadi jembatan kemaslahatan agar dana umat benar-benar terserap untuk mencetak generasi santri yang siap menghadapi tantangan zaman, baik dari segi intelektual maupun kemandirian ekonomi,” tegas Renald.
Ia berharap sinergi antarlembaga tersebut dapat terus diperkuat agar berbagai program pemberdayaan umat mampu menjangkau lebih banyak santri dan pesantren yang membutuhkan dukungan.
Dalam kesempatan itu, Kiai Miftahul Huda, M.Pd.I., turut memberikan tausiyah dan pandangan keagamaan kepada para santri. Ia mengingatkan bahwa setiap bantuan yang diterima merupakan amanah dari umat yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pendalaman ilmu agama atau tafaqquh fiddin.
“Fasilitas yang semakin baik dan dukungan ekonomi ini harus berbanding lurus dengan peningkatan akhlak dan prestasi para santri,” pesan Kiai Miftahul Huda.
Pesan tersebut menegaskan bahwa dukungan terhadap pesantren tidak hanya berorientasi pada pemenuhan fasilitas fisik dan kebutuhan ekonomi, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas akhlak, kedisiplinan, dan prestasi para santri.
Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Al Jauharen Tanjung Johor, Guru Ahmad Hifzi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian serta dukungan yang diberikan Baznas dan PCNU Kota Jambi.
Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi pengembangan pesantren, terutama dalam mendukung kenyamanan proses belajar mengajar dan membuka peluang bagi santri untuk mengenal dunia kewirausahaan.
“Kami mewakili seluruh keluarga besar pondok pesantren mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bantuan pendidikan dan program ZMart ini sangat relevan dengan kebutuhan kami. Insyaallah, amanah ini akan kami kelola dengan profesional untuk memastikan para santri bisa belajar dengan nyaman dan memiliki bekal keterampilan wirausaha yang mumpuni saat kembali ke masyarakat nanti,” tutup Guru Ahmad Hifzi.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, kolaborasi Baznas dan PCNU Kota Jambi diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan agama, pembentukan karakter, sekaligus pemberdayaan ekonomi umat.
Dukungan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta siap mengambil peran dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.(Eros)






