Truk Batu Bara Terguling di Tanjung Pauh Km-32,  Muatan Berserakan di Depan Rumah Warga, Sopir Diduga Kabur lepas tanggung jawab 

Jambiku.com, Muaro Jambi – Insiden truk angkutan batu bara yang terguling kembali memicu kemarahan warga di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Kali ini, sebuah truk jenis canter berwarna merah dilaporkan terguling di kawasan Kilometer 32, tepat di depan rumah warga, hingga menyebabkan muatan batu bara berserakan di badan jalan dan pekarangan.(29/07/2026)

 

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan warga pada kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di Kilometer 39 Tanjung Pauh, yang sempat berujung pada aksi penutupan total jalur angkutan batu bara oleh masyarakat sebagai bentuk protes terhadap aktivitas angkutan yang dinilai mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga.

Berdasarkan informasi yang diterima Ketua Masyarakat Peduli Lalu lintas Batu Bara (MPLLBB), Susan, dari laporan warga melalui percakapan WhatsApp, truk yang mengalami kecelakaan telah dievakuasi. Namun, muatan batu bara yang berserakan di depan rumah warga justru ditinggalkan begitu saja tanpa ada upaya pembersihan.

 

“Satu unit truk batu bara terbalik di dekat Balai Desa Tanjung Pauh Kilometer 32. Setelah kendaraan dievakuasi, muatan batu bara yang berserakan di depan rumah warga dibiarkan begitu saja tanpa penanganan,” ungkap warga dalam laporannya.

 

Kondisi tersebut sontak memicu kekecewaan masyarakat setempat. Warga menilai pihak yang bertanggung jawab terkesan lepas tangan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.

 

“Akibat kejadian ini, kemarahan warga kembali tersulut. Masyarakat bahkan mengultimatum akan kembali menutup jalan apabila persoalan ini tidak segera ditangani,” lanjut keterangan warga.

 

Menanggapi laporan tersebut, Ketua MPLLBB, Susan, mengaku telah berkoordinasi dengan pihak yang memiliki keterkaitan dengan angkutan batu bara tersebut. Ia mendesak agar sisa muatan segera dibersihkan serta meminta adanya sanksi tegas terhadap pengemudi yang dinilai tidak bertanggung jawab.

 

“Kami sudah menghubungi pihak terkait dan meminta agar persoalan ini segera ditindaklanjuti. Pengemudi yang meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan tanggung jawabnya juga harus diberikan sanksi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegas Susan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, identitas sopir maupun perusahaan pemilik truk angkutan batu bara tersebut masih dalam penelusuran. Sementara itu, warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait agar material batu bara yang berserakan segera dibersihkan dan tidak kembali memicu konflik di tengah masyarakat.(Eros)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *