HIM 2026 Jambi, Pegadaian Serahkan 12 Unit Tempat Sampah dan Dorong Program “Pilah Sampah Jadi Emas”

Jambiku.com, JAMBI – Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi Jambi Tahun 2026 berlangsung di Banjuran Budayo, Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Muda Cerdas Finansial, Tingkatkan Literasi, Perluas Inklusi, Wujudkan Generasi Emas Jambi”, peringatan HIM 2026 diikuti berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, industri jasa keuangan, perbankan, Pegadaian, Bank Indonesia, RRI, jajaran OPD, kepala sekolah, pelajar hingga mahasiswa.

 

Salah satu kontribusi dalam kegiatan tersebut datang dari Pegadaian Area Jambi-Bengkulu. Pegadaian menyerahkan bantuan berupa sarana kebersihan, termasuk tempat sampah, sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Jambi.

 

Deputi Bisnis Pegadaian Area Jambi-Bengkulu, Marzuki, mengatakan Pegadaian menjadi salah satu pihak yang memberikan kontribusi cukup besar dalam bantuan tersebut.

 

“Dalam kegiatan Hari Indonesia Menabung 2026 ini, Pegadaian memberikan bantuan alat-alat kebersihan berupa tempat sampah dan berbagai jenis perlengkapan lainnya. Alhamdulillah, Pegadaian berkontribusi sebanyak 12 unit dari total 55 unit yang diserahkan OJK kepada Pemerintah Kota Jambi,” ujar Marzuki.

 

Menurutnya, kegiatan Hari Indonesia Menabung merupakan agenda positif yang diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

 

Marzuki berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas, khususnya bagi masyarakat Kota Jambi.

 

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan dan tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, utamanya masyarakat Kota Jambi,” katanya.

 

Dorong Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Tabungan Emas

 

Selain memberikan dukungan melalui bantuan sarana kebersihan, Pegadaian juga terus mengembangkan program yang mengajak masyarakat memiliki nilai ekonomi dari sampah rumah tangga.

 

Marzuki menjelaskan, Pegadaian memiliki program yang sangat bermanfaat “Memilah Sampah Menjadi Emas”, yang dinilai sejalan dengan berbagai program pemerintah dalam mendorong pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Program tersebut dapat dimulai dari tingkat rumah tangga. Masyarakat cukup memilah sampah yang dihasilkan, kemudian menyetorkannya ke bank sampah yang telah bekerja sama dengan Pegadaian.

 

Sampah yang terkumpul selanjutnya akan dikonversikan menjadi nilai dalam bentuk gramasi emas.

 

“Langkahnya sederhana. Dari setiap rumah tangga bisa mulai memisahkan dan memilah sampah masing-masing, kemudian disetorkan ke bank sampah yang telah bekerja sama dengan Pegadaian. Nantinya sampah tersebut dikonversikan dalam bentuk gramasi emas,” jelasnya.

 

Menurut Marzuki, konsep tersebut memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga dapat memiliki tabungan emas yang berpotensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.

 

“Kalau sudah dalam bentuk gramasi emas dan disimpan dalam jangka panjang, tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Marzuki juga menjelaskan bahwa perkembangan tabungan emas tersebut dapat dipantau secara digital melalui aplikasi Pegadaian, sehingga masyarakat tidak harus melakukan pengecekan secara manual.

 

Setelah tabungan emas tercatat, saldo maupun rincian mutasi dapat dipantau secara real time melalui aplikasi Tring by Pegadaian.

 

Dengan dukungan sistem digital tersebut, masyarakat dapat mengetahui perkembangan tabungan emas yang diperoleh dari hasil pengelolaan sampah secara lebih mudah dan transparan.

 

Program ini sekaligus menjadi bentuk inovasi Pegadaian dalam menggabungkan aspek kepedulian lingkungan, literasi keuangan dan investasi, sehingga sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi aset bernilai ekonomi.

 

Melalui program tersebut, Pegadaian berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memilah sampah dari rumah sekaligus mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini.( Eros )

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *