Walikota dan OJK Jambi Gaungkan Budaya Menabung, Wujudkan Generasi Emas di hari Indonesia Menabung ( HIM )2026 

Jambiku.com, JAMBI – Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi Jambi Tahun 2026 digelar di Banjuran Budayo Kota Baru Jambi, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Muda Cerdas Finansial, Tingkatkan Literasi, Perluas Inklusi, Wujudkan Generasi Emas Jambi.”

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan hingga mahasiswa ini menjadi momentum untuk mendorong budaya menabung sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan keuangan.

 

Sejumlah kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya lomba mewarnai tingkat sekolah dasar (SD), Ranking 1 tingkat sekolah menengah pertama (SMP), serta lomba dance tingkat SMA. Selain itu, digelar pula kompetisi band yang diikuti pelajar SMA dan mahasiswa.

 

Kegiatan dibuka oleh kepala perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, industri jasa keuangan, sekolah, pelajar, mahasiswa serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Hari Indonesia Menabung.

 

Menurutnya, Hari Indonesia Menabung merupakan agenda yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjadi bagian dari upaya membangun budaya menabung sejak usia dini.

 

“Kenapa ini penting? Karena kami melihat bahwa menciptakan suatu generasi itu mulai dari SD, SMP, sampai dengan SMA,” ujarnya.

 

Ia menilai kebiasaan mengelola keuangan perlu dikenalkan sejak bangku sekolah agar generasi muda memiliki fondasi finansial yang kuat ketika memasuki usia produktif.

 

Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan dan kemandirian finansial.

 

Mengawali sambutannya, Maulana menyampaikan pantun:

 

Burung tempua membuat sarang, Hinggap sebentar di pohon meranti. Menabung bukan untuk sekarang,Tetapi bekal menggapai mimpi nanti.

 

Maulana mengatakan, Hari Indonesia Menabung ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. Menurutnya, tema yang diusung tahun ini sangat relevan dengan tantangan generasi muda di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan gaya hidup.

 

Ia menyoroti fenomena social climbing atau dorongan meningkatkan status sosial dengan cara yang kurang tepat, yang dalam kondisi tertentu dapat berdampak terhadap kesehatan finansial generasi muda.

 

“Menabung bukan cuma soal menyimpan uang, tapi juga soal disiplin, perencanaan dan tahap menuju kemandirian finansial. Semakin dini kita membiasakan menabung, semakin kuat pondasi keuangan kita,” kata Maulana.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kebiasaan menabung tidak ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan oleh kemauan untuk hidup hemat dan disiplin dalam mengelola keuangan.

 

Selain menabung, Maulana mendorong generasi muda untuk memperkuat literasi keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap portofolio, fluktuasi harga, nilai tukar, inflasi hingga perubahan suku bunga dinilai penting untuk menghindari keputusan investasi yang keliru dan berpotensi merugikan.

 

Menurutnya, masyarakat yang memiliki kecerdasan finansial akan lebih mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan. Hal tersebut sekaligus mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, kehati-hatian dan akuntabilitas.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga menyatakan komitmennya mendukung Program Satu Pelajar Satu Rekening (KEJAR).

 

Program tersebut dinilai penting sebagai langkah konkret membentuk kebiasaan menabung sejak usia sekolah. Namun, Maulana menegaskan bahwa budaya menabung juga perlu didukung dengan kebijakan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga memiliki kemampuan untuk menyisihkan pendapatan.

 

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, terus mendorong penguatan sektor UMKM melalui 11 program prioritas pembangunan. Pemkot juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang semakin nyaman serta memberikan kemudahan dan insentif bagi investor.

 

“Dengan kenyamanan berinvestasi di Kota Jambi, kami berharap semakin banyak investor dan investasi yang masuk sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Maulana juga mengingatkan masyarakat agar memastikan produk tabungan maupun investasi yang digunakan berasal dari lembaga jasa keuangan yang resmi dan terdaftar atau berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan kewaspadaan masyarakat dalam memilih instrumen keuangan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengelola keuangan secara aman, terencana dan sesuai kebutuhan.

 

“Peningkatan dan perluasan literasi finansial harus terus diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini sebagai salah satu upaya mewujudkan generasi muda yang cerdas finansial untuk mewujudkan Generasi Emas Jambi,” pungkasnya.

 

Menutup sambutannya, Wali Kota Jambi menyampaikan pantun:

 

Delima merah manis rasanya, Dinikmati sambil melihat Danau Sipin, Kalau menabung sudah menjadi budaya, InsyaAllah masa depan semakin terjamin.

 

Melalui momentum Hari Indonesia Menabung, pemerintah dan industri jasa keuangan berharap budaya menabung tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang tertanam dalam kehidupan generasi muda Jambi.(Eros)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *