Pemkot Jambi Siapkan Tiga Agenda Nasional, Maulana Bidik Perputaran Ekonomi Daerah

Jambiku.com, JAMBI – Kota Jambi bersiap menjadi pusat perhatian nasional pada November 2026. Tiga agenda berskala nasional dijadwalkan berlangsung di ibu kota Provinsi Jambi tersebut, yakni Forum Nasional Kota Cerdas 2026, Healthy Cities Summit (HCS) ke-7, serta Forum Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Indonesia.

Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan optimal, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mulai mengonsolidasikan kesiapan lintas sektor. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., memimpin langsung rapat koordinasi yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra terkait di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis (5/11/2026).

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan, mulai dari aspek teknis, administrasi, personel, hingga dukungan berbagai fasilitas pendukung.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian awal adalah Forum Nasional Kota Cerdas 2026. Pembahasannya diawali melalui koordinasi virtual bersama Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI, Aris Kurniawan, S.Sos., M.Comn.

Maulana menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dimulai pada 15 November 2026 melalui penyelenggaraan Jambi Smart City Festival yang berlangsung hingga 17 November di kawasan Taman Banjuran Budayo.

Festival tersebut dirancang sebagai ruang kreativitas dan partisipasi publik dengan menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya kompetisi e-sport, lomba mewarnai, pertunjukan seni budaya, serta aktivitas kreatif yang melibatkan generasi muda.

Selanjutnya, Forum Nasional Kota Cerdas 2026 akan digelar pada 18–19 November di Hotel BW Luxury Jambi. Kegiatan ini diproyeksikan dihadiri kepala daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota, unsur kementerian, jajaran dinas komunikasi dan informatika, akademisi, pakar teknologi informasi, hingga pelaku industri digital.

Menurut Maulana, forum tersebut memiliki arti penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penerapan teknologi digital pada tata kelola pemerintahan.

Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, kegiatan itu juga akan memfasilitasi pembahasan transformasi digital pemerintahan daerah serta business matching yang mempertemukan penyedia teknologi informasi dengan pemerintah daerah.

“Pada forum ini juga akan dilaksanakan berbagai pembahasan mengenai digitalisasi pemerintahan daerah, termasuk business matching antara pelaku usaha teknologi informasi dengan pemerintah daerah. Ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat transformasi digital di daerah,” ujar Maulana.

Tidak berhenti pada agenda Smart City, Kota Jambi juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026, yang telah dijadwalkan ulang pada 22–25 November 2026.

Sejumlah delegasi diperkirakan mulai tiba di Kota Jambi pada 20 dan 21 November. Agenda puncaknya direncanakan berlangsung pada 23 November di BW Luxury Jambi dengan menghadirkan sejumlah menteri sebagai narasumber. Pemkot Jambi juga masih menunggu kepastian mengenai kehadiran Presiden Republik Indonesia.

Sehari setelah agenda utama, tepatnya 24 November, para peserta akan diajak mengenal sejumlah destinasi dan fasilitas publik di Kota Jambi serta sekitarnya melalui kegiatan city tour.

Beberapa lokasi yang masuk dalam rencana kunjungan tersebut meliputi kawasan Telago Kajang Lako, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sijinjang, serta kawasan bersejarah Candi Muaro Jambi.

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Pemkot Jambi turut mempersiapkan Forum Direktur RSUD se-Indonesia yang akan dipadukan dengan pameran teknologi kesehatan. Pameran direncanakan berlangsung di lapangan Kantor Wali Kota Jambi, sedangkan pertemuan forum dipusatkan di Graha Siginjai lantai 6.

Maulana menegaskan, kepercayaan menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional tersebut harus dimanfaatkan lebih dari sekadar keberhasilan penyelenggaraan acara. Pemkot Jambi ingin menjadikan momentum ini sebagai peluang untuk memperluas promosi daerah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

Kedatangan ribuan peserta dan delegasi dari berbagai wilayah Indonesia dinilai berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai layanan, terutama perhotelan, transportasi, restoran, usaha kuliner, hingga produk UMKM.

“Tujuan utama dari seluruh kegiatan ini adalah bagaimana Kota Jambi semakin ramai dikunjungi wisatawan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta pergerakan ekonomi riil masyarakat. Ribuan orang akan datang dan berada di Kota Jambi dalam waktu yang cukup lama. Ini tentu akan menggerakkan transaksi di hotel, transportasi, restoran, UMKM, dan berbagai pusat ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga berharap penyelenggaraan agenda nasional tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kembali laju perekonomian Kota Jambi setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat bencana kabut asap.

Maulana mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tercatat turun dari 5,44 persen menjadi 5,04 persen. Karena itu, berbagai kegiatan nasional yang berlangsung sepanjang November diharapkan mampu memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi daerah hingga akhir 2026.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,13 persen.

Dalam rapat koordinasi itu, Maulana turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, liaison officer (LO), serta kalangan dunia usaha yang telah mengambil bagian dalam persiapan. Dukungan pengelola hotel, restoran, penyedia jasa transportasi, dan pelaku usaha kuliner disebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda tersebut.

“Alhamdulillah, sejauh ini seluruh OPD sudah sangat siap. LO juga sudah kita persiapkan, begitu pula para pengusaha hotel, restoran, kuliner, dan transportasi. Mereka menyambut baik berbagai event ini karena tentu memberikan peluang dan manfaat bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan bahwa meningkatnya mobilitas peserta dan tamu undangan selama kegiatan berlangsung berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas di sejumlah kawasan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Jambi telah menyiapkan langkah pengaturan serta rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan. Maulana pun meminta pengertian dan partisipasi masyarakat agar seluruh agenda dapat terlaksana tanpa mengganggu aktivitas publik secara berlebihan.

“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Kota Jambi. Ini merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Kota Jambi untuk menjadi tuan rumah Forum Nasional Smart City maupun Healthy Cities Summit, yang merupakan pertemuan kabupaten/kota sehat se-Indonesia. Kami akan terus melakukan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan. Mohon dimaklumi, karena tujuan akhirnya adalah bagaimana kegiatan ini sukses dan ekonomi masyarakat kita semakin bergerak,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga diikuti secara daring oleh Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemenkomdigi RI, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, PT Performa Optima Group, serta Ketua APEKSI bersama jajaran tim.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemkot Jambi optimistis mampu menyelenggarakan seluruh agenda nasional tersebut secara maksimal. Pemerintah daerah berharap momentum ini tidak hanya memperkuat posisi Kota Jambi dalam pengembangan kota cerdas dan kota sehat, tetapi juga meninggalkan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

November 2026 pun diharapkan menjadi momentum penting bagi Kota Jambi untuk memperluas jejaring nasional, meningkatkan daya tarik daerah, sekaligus menghidupkan berbagai sektor usaha dan ekonomi lokal. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *