UNJA Perkuat Transformasi Digital Lewat Pelatihan dan Sertifikasi Google Educator

Jambiku.com || Mendalo || – Universitas Jambi (UNJA) semakin memantapkan langkah dalam mendorong digitalisasi pembelajaran dengan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Google Educator, Rabu (24/02/2026), di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC. Program ini terselenggara melalui kolaborasi bersama Google dan menghadirkan sertifikasi berstandar internasional bagi sivitas akademika UNJA.

 

Bacaan Lainnya

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNJA juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Cahaya Mitra Harapan sebagai Official Partner Google for Education di Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan kampus.

 

Pelatihan ini dirancang untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas peserta dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Gemini AI, guna menunjang proses pembelajaran dan pengembangan akademik di masa depan.

 

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P. Turut hadir Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Prof. Dr. Sunarti, S.P., M.P., Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Pradita Eko Prasetyo Utomo, S.Pd., M.Cs., para dekan, Direktur Pascasarjana, pimpinan lembaga, kepala UPA, serta 148 dosen dan tenaga kependidikan sebagai peserta sertifikasi.

 

Dari pihak Google, hadir Google Education Specialist wilayah Sumbagsel Azis Rei, Project Specialist Tresna Agustian Suryana, Business Development Specialist Andy Novi Suhanto, serta Andi Subhan Salim yang merupakan Google Certified Trainer & Educator (GCE) sebagai narasumber.

 

Prof. Depison menegaskan bahwa UNJA termasuk perguruan tinggi yang berkesempatan mengikuti program ini, dengan kuota terbatas di wilayah Sumatera. Ia berharap seluruh peserta dapat memaksimalkan momentum tersebut untuk memperdalam pemahaman tentang pemanfaatan Gemini AI dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

 

Sementara itu, Azis Rei menekankan bahwa percepatan transformasi digital menuntut institusi pendidikan untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan. Menurutnya, penggunaan AI kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara bijak.

 

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pemanfaatan dua aplikasi AI dari Google, yakni Notebook LM dan Gemini AI, yang dapat dioptimalkan sebagai asisten riset sekaligus mitra pembelajaran. Materi dirancang agar dosen mampu mengakselerasi integrasi teknologi AI dalam aktivitas akademik sehari-hari.

 

Program ini akan berlangsung dalam enam sesi dan ditutup dengan ujian sertifikasi Gemini AI sebagai bentuk pengakuan kompetensi peserta. Melalui kegiatan ini, UNJA kembali menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi era transformasi digital di dunia pendidikan. (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *