Jambiku.com, JAMBI – Kolaborasi Polda Jambi, DPRD Kota Jambi, dan Perumda Air Minum Tirta Mayang kembali menghadirkan bantuan air bersih bagi warga RT 39 dan RT 23, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, turun langsung menyaksikan proses penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Dedy Yansi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada masyarakat setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada warga. Ini merupakan kali ke-10 bantuan diberikan kepada warga yang terdampak di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kemas Faried menegaskan bahwa masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, terutama di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
” Hari ini kami mendatangi warga yang terdampak karena tidak ada lagi sumber air bersih dari masyarakat, sungai Batanghari saat ini sangat keruh, saya rasa demikian, sementara saya mohon maaf atas kondisi semoga kedepan permasalahan ini bisa teratasi “, sampai Faried.
“Perlunya sentuhan langsung dari pemerintah, terkhusus warga yang membutuhkan air bersih akibat kemarau panjang tahun ini,” tegas Faried.
Ia juga mengapresiasi kesigapan jajaran Perumda Air Minum Tirta Mayang yang turut membantu penyaluran air bersih sekaligus merespons keluhan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita dibantu kru PDAM, Aziz Bagian Keluhan Pelanggan, Agus Priyanto selaku sopir tangki, dan Rian Arizon kru tangki, yang selalu siap sigap merespons dan menampung keluhan masyarakat,” tambahnya.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang, Arianto Lapaso, S.T., melalui pesan WhatsApp menegaskan bahwa pihaknya siap membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurut Arianto, masyarakat dapat mengakses bantuan air bersih dengan menyampaikan permohonan melalui ketua RT dan lurah setempat. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempermudah pendataan serta mempercepat penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.
“PDAM siap membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami sudah memberikan petunjuk bagaimana agar masyarakat mampu mengakses bantuan melalui RT dan Lurah setempat, sehingga lebih mudah,” tegas Arianto.
Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Sinergi antara kepolisian, legislatif, dan penyedia layanan air bersih diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap mendapat perhatian.(Eros)






